Pentingnya Cek Kesehatan Pra Nikah di Puskesmas bagi Calon Pengantin

0
830
cek kesehatan pra nikah di puskesmas
https://www.pexels.com/id-id

Pentingnya Cek Kesehatan Pra Nikah di Puskesmas bagi Calon Pengantin

Sebelum melangsungkan pernikahan ada banyak hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan oleh kedua pasangan. Tidak hanya tentang mental serta finansial tapi juga tentang kesehatan dari kedua calon pengantin juga harus menjadi perhatian serius. Maka dari itu dokter-dokter menyarankan pasangan yang hendak melakukan pernikahan alangkah baiknya untuk melakukan medical check up terlebih dahulu.

Hal tersebut bertujuan supaya masing-masing pihak mengetahui tentang kesehatannya masing-masing, takutnya salah satu pihak ada yang terkena penyakit kelamin kan itu dapat menularkan ke pasangannya. Maka dari itu alangkah baiknya untuk melakukan medical check up sebelum melakukan pernikahan.

Pentingnya Cek Kesehatan Pra Nikah di Puskesmas bagi Calon Pengantin

Merujuk dari laman hellosehat.com, tes kesehatan sebelum menikah memiliki manfaat dan tujuan bagi calon pengantin yaitu sebagai berikut:

  1. Mengetahui resiko penyakit dan kondisi tubuh
  2. Khusus wanita untuk mengetahui kondisi fisik, organ dan kesehatan tubuh dari calon pengantin wanita dalam mempersiapkan kehamilannya
  3. Mendeteksi penyakit atau kelainan genetik 
  4. Perencanaan jangka panjang setelah menikah, lebih matang.

Tahapan Cek Kesehatan untuk Menikah

Merujuk dari laman resmi promkes.kemkes.go.id, tes kesehatan pra nikah atau premarital check up yang dilakukan calon pengantin akan difokuskan pada infeksi yang berdampak pada reproduksi. Berikut merupakan 7 tes kesehatan pra nikah yaitu sebagai berikut:

  • Pemeriksaan Darah

Serangkaian pemeriksaan darah bagi calon pengantin bertujuan untuk memeriksa leukosit (sel darah putih), hematokrit, trombosit (keping darah), HB, eritrosit, hingga endap darah. Pemeriksaan HB bagi perempuan dapat membantu mengetahui resiko penyakit thalasemia, hemofilia dan anemia serta infeksi lainnya yang berhubungan dengan sel darah.

  • Tes Golongan Darah dan Rhesus

Golongan darah calon pengantin akan dicek dan kecocokan antara rhesus dengan efeknya terhadap ibu dan anak. Rh-negatif pada perempuan dan Rh-positif pada pria berisiko menimbulkan ketidaksesuaian yang berakibat fatal pada keturunan.  

  • Deteksi Hepatitis B

Pemeriksaan hepatitis B pada pasangan bertujuan untuk menghindari kemungkinan transmisi Hepatitis melalui hubungan seksual. Tes ini perlu calon pengantin lakukan karena dampak dari Hepatitis B akan menyebabkan cacat fisik hingga kematian pada kelahiran bayi nantinya.

  • Tes TORCH

TORCH merupakan penyakit yang disebabkan oleh toxoplasma, rubella, dan herpes. Tes TORCH bertujuan untuk menghindari keguguran dan kelahiran prematur.

  • Tes HIV/AIDS

Menurut Surat Edaran Menteri Kesehatan, tes HIV/AIDS bersifat wajib bagi pasangan yang akan menikah. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah adanya penularan HIV/AIDS bagi pasangan dan keturunannya dengan mengecek sampel darah.

  • Tes Gula Darah

Tes gula ini bermanfaat untuk mengetahui kadar gula dan riwayat penyakit diabetes. Selain itu bermanfaat untuk mengatasi komplikasi tersebut, khususnya bagi perempuan hamil yang kurang stabil.

  • Tes Urin

Pemeriksaan urin bertujuan untuk mengetahui penyakit sistemik dan metabolik, dengan dasar pada penilaian terhadap warna, bau, hingga jumlah urin.

Penting! Suntik TT (Tetanus Toksoid) di Puskesmas bagi Calon Pengantin Wanita

Selain serangkaian tes kesehatan, calon pengantin wanita juga harus mendapatkan vaksin atau suntik TT, hal ini wajib dan berlaku sejak tahun 1986 sebagai persyaratan dokumen KUA. Vaksin TT atau Tetanus Toksoid bertujuan untuk membangun kekebalan tubuh dari serangan infeksi tetanus. Penyakit Tetanus sangat berbahaya bagi manusia karena menyebabkan kerusakan sistem saraf dan sumsum tulang belakang bila terinfeksi melalui luka terbuka.

Jadwal suntik TT biasanya sebelum menikah hingga sekitar 2 tahun sebanyak lima kali. Karena nantinya pasangan suami istri akan melakukan hubungan seksual sehingga menyebabkan luka selaput dara yang akan membuat bakteri tetanus mudah masuk. Selain itu imunisasi TT bagi ibu hamil adalah memiliki imun saat melahirkan karena perlu melakukan pemotongan kulit vagina (episiotomi) untuk melebarkan jalan lahirnya bayi. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kesehatan Pra Nikah ?

Bagi calon pengantin yang akan menikah, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan tiga hingga enam bulan sebelum menikah. Sedangkan untuk suntik TT biasanya jadwal pertama adalah 2-4 minggu sebelum menggelar upacara pernikahan. Semua hasil tes kesehatan hanya berlaku selama enam bulan setelah hasil pemeriksaan kesehatan keluar.

Prosedur Pre-marital Check Up di Puskesmas

Calon pengantin dapat mendatangi puskesmas sebagai lembaga kesehatan yang melayani cek kesehatan pra nikah. Ketika ingin mendaftarkan diri di Puskesmas cukup membawa KTP, KK, Surat Pengantar dan BPJS jika ada. Kemudian mendaftar di bagian administrasi Puskesmas dan sampaikan ingin cek kesehatan serta suntik TT. 

Terkait dengan biaya tes kesehatan, apabila menggunakan layanan Puskesmas, maka tidak akan terkena biaya apabila menggunakan BPJS. Misalkan terdapat biaya tambahan maka kamu dapat menyiapkan budget 30 ribu untuk suntik TT, sedangkan tes lainnya 200 ribu hingga satu juta rupiah, siapkan saja untuk berjaga-jaga. Pilihlah lembaga pelayanan kesehatan akuntabel dan hasilnya akurat seperti Puskesmas, agar tidak terjadi salah diagnosa dan berakibat fatal di masa depan.

5/5 - (4 votes)
Bridespedia
Author: Bridespedia