0,00 Rp

Tidak ada produk di keranjang.

Free shipping on any purchase of 75$ or more!

[email protected]

+55 123 548 987

0,00 Rp

Tidak ada produk di keranjang.

10 Cara Mengatasi Cemburu pada Mantan Istri Suami, Stay Posthink!

More articles

cara mengatasi cemburu pada mantan istri suamiHubungan yang terjalin antara suami dan istri tentunya didasari oleh komitmen untuk hidup bersama. Di dalam menjalani hubungan rumah tangga, terkadang timbul rasa cemburu yang sebenarnya wajar terjadi, namun bila sudah berlebihan maka akan menganggu kehidupan pernikahan. Apalagi melihat sang suami masih berhubungan dengan mantan istri. Lalu, bagaimana cara mengatasi cemburu pada mantan istri suami agar tidak mengakibatkan hubungan pernikahan memburuk dan berujung pada pertengkaran?

10 Cara Mengatasi Cemburu pada Mantan Istri Suami

Berikut Bridespedia rangkum penjelasan mengenai 10 cara mengatasi cemburu pada mantan istri suami agar tercipta hubungan yang harmonis diantara pasangan, yakni sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi Perasaan Cemburu

cara mengatasi cemburu pada mantan istri suami Rasa cemburu yang tidak berlebihan dapat menjadi alarm untuk menyadari betapa pentingnya suatu hubungan dan kepercayaan satu sama lain. Namun bila cemburu yang ditunjukkan melebihi batas wajar tentunya bukanlah hal yang baik.

Dilansir dari halodoc.com kamu tidak perlu menahan ataupun denial dengan perasaan cemburu. Biarkan dirimu merasakan cemburu selama beberapa waktu sembari mencari cara agar emosi dapat teredam dengan baik. Jangan sampai menyalurkan emosi negatif dengan hal buruk atau kepada sembarang orang.

2. Komunikasi dengan Pasangan

cara mengatasi cemburu pada mantan istri suami Kunci dari hubungan yang langgeng adalah saling terbuka dan komunikasi dua arah yang baik. Dengan kata lain, komunikasi dua arah adalah komunikasi yang melibatkan dua orang dan saling memberikan timbal balik. Jangan sampai komunikasi yang tidak efektif mengakibatkan keutuhan rumah tangga terganggu.

Kamu bisa menyampaikan keresahanmu pada suami terkait hubungan suami dan mantan dengan memberi tahu hal apa saja yang membuatmu cemburu ataupun tidak nyaman. Diskusikan masalah tersebut agar kamu dan pasangan menemukan jalan keluar terbaik untuk mengatasi hal tersebut.

3. Tidak Membandingkan Diri dengan Mantan

cara mengatasi cemburu pada mantan istri suami Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuat orang peduli dan sayang kepada kita. Suami yang sekarang memilihmu karena ia melihatmu sebagai wanita yang mampu menjadi istri dan ibu yang terbaik bagi keluarganya. Sehingga tak perlu minder dan insecure dengan membandingkan diri sendiri dan mantan suami.

4. Memberikan Batasan-batasan Pasangan dengan Mantan

Kamu bisa memberikan batasan-batasan terkait dengan hubungan sang suami dan mantan. Namun kamu tidak bisa serta merta menyuruh suami untuk memutuskan hubungan dengan mantan istri, apalagi ada anak yang masih membutuhkan orang tua kandung. Alangkah baiknya kamu ikut terlibat dalam hubungan tersebut agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Meningkatkan Kepercayaan pada Suami

Salah satu pondasi keutuhan rumah tangga adalah kepercayaan terhadap pasangan. Rasa percaya dapat meningkatkan kasih sayang dan tanggung jawab untuk mempertahankan kehidupan pernikahan. Cobalah untuk percaya bahwa pasangan akan setia dan tidak akan mengkhianatimu hanya karena hubungannya dengan mantan masih baik-baik saja.

Bagaimana Cara Mencegah Rasa Cemburu Kepada Mantan Suami?

5. Fokus Urus Anak dan Diri Sendiri

Anak adalah anugerah terindah dari Tuhan, untuk itu patutlah kita sebagai orang tua melakukan yang terbaik dalam membesarkannya. Sebagai seorang Ibu tentunya memiliki tanggung jawab besar dalam merawat dan mendidik agar anak memiliki bekal yang cukup di masa depan.

Daripada cemburu pada masa lalu sang suami, alangkah baiknya fokus untuk mengurus anak dan diri sendiri. Kamu bisa fokus merawat buah hati dengan ilmu parenting yang baik. Selain fokus pada anak, kamu bisa melakukan berbagai macam aktivitas atau hobi yang kamu suka seperti gardening, memasak, baking, menonton drama, belanja, dan lain sebagainya.

6. Introspeksi Diri

Kecemburuan yang kamu tunjukkan adalah akumulasi dari ketidaknyamanan dan khawatir ketika berhubungan dengan pasangan. Apakah rasa cemburu yang ada dapat kamu selesaikan secara dewasa atau malah mendatangkan kerugian untuk diri sendiri dan pasangan? Oleh karena itu, cobalah untuk saling mengevaluasi dan introspeksi diri dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

7. Berpikiran Positif

Berpikiran positif dapat membantu seseorang melewati berbagai masalah yang dihadapinya. Usahakan untuk berpikir positif dengan menepis segala perasaan negatif terhadap pasangan. Hindari berprasangka buruk bahwa pasangan akan kembali kepada mantan istrinya. Sikap negatif hanya akan memperburuk kondisi batin dan hubungan bahkan dapat mengakibatkan pertengkaran dengan pasangan.

8. Fokus pada Masa Depan

Kamu bisa fokus dengan masa depan untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan menjadi sosok orang tua terbaik bagi anak-anakmu. Biarlah masa lalu suami menjadi kenangan yang tersimpan dalam hidupnya dan jadikan kelebihan maupun kekurangan pasangan untuk memperkuat ikatanmu dengannya.

10. Datangi Ahli

Kesehatan mental dalam suatu hubungan terlebih hubungan pernikahan sangatlah penting. Melansir dari laman halodoc.com seorang ibu atau istri dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang baik, hal tersebut dikarenakan kesehatan mental seorang ibu/ istri dapat mempengaruhi kondisi keluarga dan pola asuh anak. Terkait dengan hal tersebut, ada banyak faktor yang meningkatkan resiko gangguan mental seperti kondisi psikologi, social, hingga biologi.

Oleh karena itu, kamu bisa mendatangi ahli seperti psikolog maupun konselor pernikahan apabila rasa cemburu belum benar-benar hilang dan menganggu kehidupan sehari-hari. Peran ahli dalam hal ini adalah menjadi pihak ketiga dalam menyelesaikan konflik batin dan memberikan solusi yang tepat agar masalah tidak akan berkepanjangan.

- Advertisement -

Tidak ada Perangkingan terhadap vendor yang tampil dalam website.

Hati-hati Penipuan!, Kami tidak bertanggung jawab atas transaksi dengan vendor.

Pastikan anda datang kesanggar atau gallery tempat vendor tersebut berkantor.

Latest